STRATEGI GURU TAHFIZH DALAM MENGATASI KESULITAN MENGHAFAL AL-QUR’AN PADA SISWA SDIT LUQMANUL HAKIM SEI MENCIRIM
Kata Kunci:
Hafalan Al Quran, Kesulitan Hafalan, Pendidikan Islam, Strategi Guru TahfizhAbstrak
Menghafal Al-Qur'an merupakan bagian penting dalam pendidikan Islam, khususnya di sekolah dasar Islam terpadu. Namun seringkali siswa menghadapi berbagai tantangan dalam proses menghafal, seperti keterbatasan dalam membaca Al-Qur'an, lingkungan belajar yang tidak kondusif, kurangnya motivasi, dan minimnya dukungan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang digunakan guru tahfizh dalam mengatasi kesulitan siswa dalam menghafal Al-Qur'an di SDIT Luqmanul Hakim Sei Mencirim dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru tahfizh, dan dokumentasi kemajuan hafalan siswa. Temuan menunjukkan bahwa guru tahfizh menerapkan beberapa strategi utama, antara lain metode talaqqi dan tikrar untuk meningkatkan daya ingat siswa, pembentukan kelompok kecil untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif, dan motivasi melalui sistem penghargaan. Selain itu, guru berupaya meningkatkan keterlibatan orang tua dalam mendukung hafalan siswa dengan menjalin komunikasi aktif dan memberikan bimbingan kepada orang tua untuk mendampingi anaknya di rumah. Strategi yang diterapkan terbukti cukup efektif dalam meningkatkan prestasi hafalan siswa, khususnya dalam hal ketepatan dan kecepatan. Kesimpulan penelitian ini menekankan bahwa keberhasilan tahfizh tidak hanya bergantung pada metode hafalan saja namun juga faktor lingkungan dan dukungan keluarga. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif dalam pembelajaran tahfizh untuk meningkatkan efektivitas hafalan siswa.
Memorizing the Qur'an is an essential part of Islamic education, especially in integrated Islamic elementary schools. However, students often face various challenges in the memorization process, such as limitations in reading the Qur'an, an unconducive learning environment, lack of motivation, and minimal parental support. This study aims to analyze the strategies used by tahfizh teachers in overcoming students' difficulties in memorizing the Qur'an at SDIT Luqmanul Hakim Sei Mencirim using a qualitative case study approach. Data were collected through observations, interviews with tahfizh teachers, and documentation of students' memorization progress. The findings indicate that tahfizh teachers implement several key strategies, including the talaqqi and tikrar methods to enhance students' memory retention, the formation of small groups to create a more conducive learning environment, and motivation through a reward system. Additionally, teachers strive to increase parental involvement in supporting students' memorization by establishing active communication and providing guidance for parents to assist their children at home. The strategies implemented have proven to be quite effective in improving students' memorization achievements, particularly in terms of accuracy and speed. The conclusion of this study emphasizes that the success of tahfizh is not only dependent on memorization methods but also on environmental factors and family support. Therefore, a more comprehensive approach in tahfizh learning is needed to enhance students' memorization effectiveness.




